Body Dysmorphic Disorder – Gangguan body dysmorphic disorder merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa tidak puas secara ekstrem terhadap penampilan dirinya. Dalam kondisi seperti ini, seseroang merasa cemas dan takut secara berlebihan terhadap penampilan fisik yang dirasanya kurang sempurna. Tidak hanya tertekan saja, penderita body dysmorphic disorder tidak dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan baik.

Biasanya penderita gangguan seperti ini akan melakukan hal yang berlebihan untuk menyempurnakan tampilannya, misalnya menggunakan perias wajah yang berlebihan, berdiri didepan cermin selama berjam-jam dan sebagainya. Menurut seorang dokter bernama Katherine Phillips, ganggauan body dysmorphic disorder mulai kelihatan pada seseorang yang mulai menginjak usia remaja.

Tanda-tanda body dysmorphic disorder

Untuk mengetahui apakah seseorang sudah terserang gangguan dysmorphic disorder, kita dapat melihatnya melalui tanda-tanda berikut ini :

  • Ketidakpuasan terhadap penampilannya membuat penderitanya deprisi, bahkan bisa terjadi hal yang lebih buruk seperti bunuh diri.
  • Rasa percaya dirinya yang sangat rendah serta memiliki pandangan terhadap dirinya secara negative.
  • Selalu berupaya untuk menghindari keramainan dan menurunkan kontak sosial dengan orang lain.
  • Menghabiskan banyak waktu hingga berjam-jam hanya untuk mengurus penampilan dirinya yang dianggapnya tidak sempurna.

Untuk menangani gangguan tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara ini nantinya harus diterapkan dalam jangka waktu yang cukup lama untuk memastikan penderitanya benar-benar pulih. Berikut ini caranya :

  • Psikoterapi

Ada 2 jenis terapi yang sangat direkomendasikan untuk penderita body dysmorphic disorder yaitu cognitive rational therapy dan cognitive behavioral therapy. Terapi tersebut sangat membantu untuk menumbukan pola pikir positif terhadap penampilannya. Supaya terapi dapat berjalan dengan baik, maka perlu diimbangi juga dengan pola makan sehat yaitu pola makan dengan mengkonsumsi jenis makanan seimbang dan sehat seperti Beras Diet dari Eka Farm, buah-buahan, sayuran dan semacamnya.

  • Obat-obatan

Cara kedua adalah dengan memanfaatkan obat-obatan tertentu seperti selective serotonin reuptake inhibitors. Obat ini membantu penderita untuk meredam rasa depresi yang dialaminya. Namun, obat ini juga memiliki efek samping jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

  • Pembimbing

Cara ini dilakukan dengan cara menyediakan seorang pembimbing untuk melatih dan membimbing penderita body dysmorphic disorder supaya mampu mengatasi pikiran negative terhadap penampilannya.

  • Support dari keluarga

Kesembuhan penderita body dysmorphic disorder dapat dimaksimalkan dengan adanya peran keluarga berupa memberikan dukungan positif.

Dengan mengenal sedikit informasi seputar gangguan body dysmorphic disorder, semoga kita semua bisa mengetahui sejak dini gajala serta penanggulannya.

1
Halo.. untuk belanja dan tanya2 klik di sini!
Powered by